Beranda > Materi Pelajaran > KEGIATAN EKONOMI KONSUMEN DAN PRODUSEN (Bab 2 Kls X)

KEGIATAN EKONOMI KONSUMEN DAN PRODUSEN (Bab 2 Kls X)

A. Manfaat dan Nilai Barang

Barang adalah benda-benda berwujud yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.

Jasa tidak dapat digolongkan sebagai suatu barang karena tidak berwujud, tetapi dapat memberikan kepuasan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Penggolongan barang dan jasa :

a. Berdasarkan Cara Memperolehnya :

1) Barang Ekonomi (Economic Goods)

Untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi

2) Barang Bebas (Free Goods)

Untuk memperolehnya tidak  diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi

b. Berdasarkan kegunaannya

1) Barang Konsumsi

Barang yang dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan

2) Barang Produksi

Barang yang digunakan dalam proses produksi, sehingga tidak dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

c. Berdasarkan Kegunaan dalam Hubungannya dengan Benda Lain:

1) Barang Substitusi

Barang yang kegunaannya dapat menggantikan fungsi barang lain

2) Barang Komplementer

Barang memiliki kegunaan untuk melengkapi barang lain

d. Berdasarkan Proses Produksinya :

1) Barang Mentah

Barang yang belum mengalami proses produksi

2) Barang Setengan Jadi

Barang yang sudah mengalami proses produksi tapi belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia secara sempurna

3) Barang Jadi

Barang yang sudah mengalami proses produksi secara sempurna sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

 

B. Guna Barang

Kegunaan barang (utility) adalah kemampuan suatu barang barang untuk memnuhi kebutuhan manusia.

Kegunaan barang dibedakan menjadi :

a. Kegunaan bentuk (form utility)

Suatu barang akan bertambah kegunaannya setelah mengalami perubahan bentuk

b. Kegunaan tempat (place utility)

Suatu barang akan bertambah kegunaannya setelah mengalami perubahan tempat atau kedudukan

c. Kegunaan waktu (time utility)

Suatu barang akan lebih bergunajika digunakan pada waktu tertentu.

d. Kegunaan milik (ownership utility)

Suatu barang akan bertambah kegunaannya setelah mengalami perubahan pemilik

C. Nilai Barang

Nilai barang dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :

a. Nilai Pakai

Adalah nilai yang diberikan pada suatu barang karena dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan. Nilai pakai dapat dibedakan menjadi :

1) Nilai pakai objektif, penilaian yang diberikan masyarakat secara umum terhadap suatu barang karena kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan fungsinya.

2) Nilai pakai subjektif, penilaian yang diberikan seseorang atau individu terhadap suatu barang karena dapat memnuhi kebutuhan seseorang atau individu tersebut sesuai dengan keinginan dan kepentingannya.

b. Nilai Tukar

Adalah kemampuan suatu barang utntuk dipertukarkan dengan barang lainnya. Nilai tukar dapat dibedakan menjadi :

1) Nilai tukar objektif, adalah nilai yang diberikan masyarakat secara umum terhadap suatu barang karena barang tersebut dapat ditukarkan dengan barang lain berdasakan harga yang berlaku secara umum

2) Nilai tukar subjektif, nilai tukar yang diberikan seseorang atau individu terhadap suatu barang sesuai dengan keinginan dan kepentingannya.

 D. Pelaku Kegiatan Ekonomi

Kegiatan ekonomi masyarakat dapat dikelompokan  menjadi 3 kegiatan, yaitu :

1. Kegiatan Produksi yaitu kegiatan menghasilkan dan atau menambah nilai guna barang dan jasa. Seperti orang-orang pergi kesawah,pabrik,polisi dokter dan lainnya.

2. Kegiatan Distribusi yaitu kegiatan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen, seperti pedagang, sopir angkutan bus, truk dan yang lainnya.

3. Kegiatan Konsumsi yaitu kegiatan menghabiskan dan atau mengurangi nilai guna barang dan jasa, seperti masyarakat yang membeli kebutuhan sehari-hari.

Sementara pelaku kegiatan ekonomi pada suatu negara dikelompokan  sebagai berikut:

1. Rumah Tangga Produksi (RTP), yaitu kelompok masyarakat yang kegiatannya menghasilkan dan atau menambah nilai guna barang dan jasa .

2. Rumah Tangga Konsumsi (RTK), yaitu kelompok masyarakat atau konsumen yang membeli hasil produksi Rumah Tangga Produksi dan kegiatannya mengabiskan dan atau mengurangi nilai guna barang jasa.

3. Rumah Tangga Negara (RTN), yaitu pemerintah yang merupakan kelompok masyarakat dengan kegiatannya membuat kondisi yang mendukung seperti menjaga kestabilan , mengatur, merencanakan bahkan melaksanakan kegiatan ekonomi .

4. Masyarakat Luar Negeri, yaitu mitra untuk mendatangkan kebutuhan baik berupa barang maupun berupa jasa yang tidak dapat dihasilkan di dalam negeri .

E. Perilaku Konsumen

Konsumsi adalah segala kegiatan menghabiskan dan atau mengurangi daya guna barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup secara langsung

Konsumen adalah seseorang atau kelompok yang menghabiskan dan atau mengurangi daya guna barang dan jasa.

Tujuan konsumsi:

1. Untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahakan hidup. Misalnya makanan agar dapat bertahan hidup pakaian agar terhindar dari kedinginan dan penyakit .

2. Untuk mencapai kepuasan yang maksimal.

Untuk  meningkatkan kegiatan ekonomi dari sisi konsumsi dapat dilakukan dengan 2 cara:

1. Meningkatkan pendapatan masyarakat dengan meningkatnya pendapatan masyarakat  daya belinya meningkat dan akhirnya konsumsi akan meningkat

2. Stabilitas harga , sebab dengan harga yang stabil kepastian kegiatan ekonomi akan terjamin

Beberapa hal yang mempengaruhi konsumsi adalah:

Faktor Intern:

  • Pendapatan
  • Selera
  • Komposisi rumah tangga
  • Kebiasaan keluarga
Faktor Ekstern :
  • Harapan kenaikan harga
  • Kamudahan kredit
  • Pengaruh sosial
  • Sosial budaya
  • Sikap dan kepribadian
  • Perkembangan iptek
  • Harga barang
  • Kebujaksanaan pemerintah.

JM Keynes menjelaskan hubungan antara pendapatan dengan konsumsi sebagai berikut:

C = a + bY

C =  jumlah konsumsi (comsumtion)

a  =  konsumsi otonom yaitu besarnya konsumsi pada saat pada saat pendapatan nol

b.= MPC (Marginal Proprnsity to Consume) yaitu besarnya konsumsi yang diakibatkan oleh adanya tambahan pendapatan.

Perilaku konsumen dapat dipelajari melalui dua pendekatan, yaitu pendekatan cardinal (cardinal approach) dan pendekatan ordinal (ordinal approach).

1. Pendekatan Kardinal

Disebut juga pendekatan marginal utility (MU), yaitu tambahan kepuasan yang diperoleh karena tambahan unit barang yang dikonsumsi. Herman Heinrich Gossen merupakan salah seorang yang mengungkapkan teori perilaku konsumen.

a. Hukum Gossen I (Marginal Utility):

“Tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang dari mengkonsumsi suatu barang akan semakin berkurang apabila ia terus-menerus menambah konsumsinya atas barang tersebut. Apabila konsumsi atas barang tersebut  ditambah satu unit lagi, nilai guna total akan berkurang dan tambahan nilai guna akan menjadi negatif”

Beberapa istilah yang penting

1. Kepuasan Total (TU), adalah keseluruhan nilai guna (kepuasan) yang diperoleh seseorang sebagai akibat mengkonsumsi suatu barang.

Rumus : TUn = MU1 + MU2 + …MUn

2. Kepuasan Marginal (MU), adalah tambahan kepuasan yang diperoleh seseorang sebagai akibat dari menambah satu unit barang untuk memenuhi kepuasannya.

Rumus :  MUn = TUn – TU n-1

3. Kepuasan Rata-rata (AU), adalah rata-rata kepuasan yang diperoleh seseorang setiap mengkonsumsi suatu barang dalam jumlah tertentu.

Rumus : AUn = TUn : n

b. Hukum Gossen II (Equimarginal Principle)

“Setiap orang akan berusaha memnuhi kebutuhannya atas beberapa barang dan jasa yang dapat memberikan tingkat kepuasan yang sama”

Seorang konsumen akan mencapai kondisi keseimbangan atau memperolah kepuasan maksismum dalam mengkonsumsi dua barang apabila mencapai kedua syarat sbb:

1)     Syarat Keseimbangan I:  MUx/Px  =  MUy/Py

2)     Syarat keseimbangan II : PxX + PyY = M

2. Pendekatan Ordinal

Pendekatan yang mencoba mengukur tingkat kepuasan konsumen dalam mengonsumsi barang, baik satu jenis maupun lebih dari satu jenis barang. Pendekatan ini dipelopori oleh J. Hicks dan R.J. Allen.

a) Tingkat Substitusi Marginal (MRS/Marginal Rate Substitution)

Adalah jumlah barang Y yang harus dikorbankan seorang konsumen untuk memperoleh satu unit tambahan barang X.

b) Garis Kendala Anggaran (Budget Constraint Line)

Garis yang menunjukkan kombinasi alternative dari barang-barang yang dapat dibeli oleh konsumen dengan pendapatan yang tersedia dan dengan harga tertentu.

c) Kepuasan Maksimum Konsumen (Ekuilibrium konsumen)

Seorang konsumen berada dalam kondisi kepuasan maksimum (ekuilibrium) apabila dengan kendala pendapatan dan harga barang tertentu, konsumen dapat memaksimalkan kepuasan total (utilitas) dari pengeluarannya

F. Perilaku Produsen

Produksi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan untuk menciptakan barang dan jasa dan atau meningkatkan/ menambah kegunaan barang dan jasa bagi kebutuhan manusia.

Produsen adalah seseorang atau kelompok yang melakukan produksi yaitu menghasilkan dan atau menambah daya guna  barang dan jasa bagi kebutuhan manusia.

Produksi dibedakan menjadi dua jenis produksi yaitu ;

1. Produksi barang merupakan daya cipta dalam menambah kegunaan barang (materi) dengan mengubah sifat dan bentuk barang (materi).

1. Produksi jasa merupakan daya cipta dalam menambah kegunaan , tanpa melakukan perubahan terhadap sifat dan bentuknya.

Tujuan produksi yaitu:

  1. Untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat
  2. Untuk Mendapatkan Keuntungan
  3. Menggali dan mengumpulkan barang yang sudah disediakan alam.
  4. Menciptakan dan menghasilkan barang dan jasa.
  5. Meningkatkan daya guna barang dan jasa.

1. Perusahaan

Adalah badan usaha yang menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Dalam menjalankan usahanya, perusahaan berusaha melakukan produksi sampai pada tingkat jumlah produksi atau kapasitas yang dapat memberikan keuntungan maksimum.

2. Teori produksi

Dalam menghitung besarnya keuntungan maksimum yang ingin diperoleh maka yang perlu diperhitungkan adalah input dan output dari suatu proses produksi, yang dituangkan ke dalam sebuah fungsi yang disebut fungsi produksi. Secara matematis, fungsi produksi dinyatakan dalam bentuk rumus sbb :

Q = f (K,L,R,S)

Q = jumlah produksi yang dihasilkan (output)

K = capital atau jumlah stok modal (capital)

L =  jumlah tenaga kerja (labor)

R = bahan mentah (raw material)

S = input tanah (land input)

 

G. Peran Konsumen dan Produsen

Pelaku kegiatan ekonomi pada suatu Negara terdiri dari empat komponen, yaitu:

a.. Rumah Tangga Konsumen (RTK) berperan sebagai berikut :

  1. Menyediakan faktor-faktor produksi bagi perusahan
  2. Menerima imbalan jasa dari penggunaan factor-faktor produksi yang dimilikinya
  3. Melakukan kegiatan konsumsi
  4. Membayar pajak kepada pemerintah

b. Rumah Tangga Produsen (RTP) berperan sebagai berikut :

  1. Membayar imbalan jasa atas penggunaan faktor-faktor produksi yang dimiliki RTK
  2. Mengelola factor-faktor produksi dan melakukan kegiatan produksi
  3. Menjual dan mendistribusikan barang hasil produksi
  4. Menerima pendapatan atas penjualan barang dan jasa
  5. Membayar pajak kepada negara

c. Rumah Tangga Pemerintah berperan sebagai berikut :

  1. Melakukan kegiatan konsumsi
  2. Menerima pajak dari wajib pajak
  3. Melakukan kegiatan produksi melalui BUMN
  4. Menjaga stabilitas ekonomi
  5. Membuat UU bersama DPR yang berhubungan dengan perekonomian

d. Masyarakat Luar Negeri berperan sebagai berikut :

  1. Melakukan penanaman modal / investasi
  2. Melakukan kegiatan ekspor dan impor

H. Motif dan Prinsip-prinsip Ekonomi

a. Motif Ekonomi

Motif ekonomi merupakan alasan yang mendorong manusia manusia melakukan tindakan ekonomi. Misalnya manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya berusaha mencari nafkah, dari pernyataan itu dapat dijelaskan memenuhi kebutuhan hidup adalah  motif ekonomi dan berusaha mencari nafkah termasuk tidakan ekonomi.

Sebab-sebab yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi diantaranya diperkirakan untuk :

(a)   Motif mencari laba.

Motif mencari laba adalah dorongan manusia melakukan tindakan ekononi yang didasarkan oleh adanya keuntungan , misalnya seorang pedagang, kegiatannya untuk mendapatkan laba.

(b) Motif untuk menjadi makmur.

Makmur adalah dapat memenuhi segala kebutuhan, berarti motif untuk menjadi makmur adalah dorongan manusia melakukan tidakan ekonomi didasarkan untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam memenuhi kebutuhan.

(c). Motif memperoleh Kekuasaan.

Motif memperoleh kekuasaan adalah ditujukan untuk dapat memperoleh kekuasaan atau pengaruh dimasyarakat.

(d). Motif memperoleh penghargaan

Banyak orang beranggapan bahwa orang akan dihargai  dan menjadi terpandang apabila mempunyai banyak harta kekayaan, penampilan dengan pakaian , kendaraan yang  serba mahal.. Sehingga banyak orang berlomba mencari materi (kekayaan) untuk dapat dihargai dimata masyarakat.

(d). Motif Sosial

Motif sosial adalah dorongan tindakan ekonomi didasarkan untuk menolong sesama manusia. Misalnya menolong fakir miskin, menolong bencana alam dll.

b. Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi adalah suatu dasar atau pegangan yang dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan yang dilakukan oleh pelaku ekonomi. Secara umum prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan tertentu seseorang berusaha untuk mencapai hasil maksimal, atau dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya seseorang berusaha untuk mencapai hasil tertentu. Konsep prinsip ekonomi dikelompokan menjadi dua bagian.

1. Berusaha dengan alat-alat atau dana yang ada untuk memperoleh hasil atau tujuan sebesar-besarnya (maksimal). Hal ini akan memperoleh konsep kinerja atau konsep produktivitas kerja.

2. Berusaha dengan biaya (pengorbanan )yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil yang tertentu.

Dengan demikian maka, prinsip ekonomi mengandung makna sebagai berikut;

a. Cara bertindak yang berusaha mencapai hasil yang optimal (sebesar mungkin)

b. Cara bertindak yang berusaha mengeluarkan biaya yang serendah mungkin atau pengorbanan minimal, akan tetapi pada konsep yang rasional.

Makna prinsip ekonomi mengandung pengertian efisiensi atau yang terbaik dari banyak alternatif dan optimalisasi dari penggunaan sumber daya

Penerapan prinsip ekonomi terkadang mengandung pengertian dan konsep yang berlawanan diantara pelaku ekonomi, misalnya prinsip ekonomi bagi kensumen akan bertentangan prinsip ekonomi  produsen dimana konsumen menghendaki harga yang paling murah sedangkan produsen menghendaki harga yang mahal. Maka prinsip keseimbangan atau kesepakatan  diantara yang bertentangan akan  menguntungkan, karena keduanya akan bertindak  menurut prinsip-prinsip ekonomi dengan ciri-ciri sebagai berikut:

a. Kebutuhan, kepentingan akan disusun berdasarka skala prioritas atau menurut tingkat kepentingan.

b. Pengambilan tindakan yang paling menguntungkan dalam menghadapi berbagai alternatif.

Beberapa contoh penggunaan prinsip ekonomi bagi:

a. Konsumen

  • Bersikap hemat
  • Mengutaman kebutuhan primer
  • Mendahaulukan hal-hal yang paling penting
  • Mengindari sifat konsumerisme dll.

b. Produsen

  • Meminimalkan biaya produksi
  • Menjual dengan harga yang tinggi
  • Menjual dengan jumlah yang banyak dll.


About these ads
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: