Beranda > Materi Pelajaran > PEMBENTUKAN HARGA KESEIMBANGAN (Bab 3 Kls. X)

PEMBENTUKAN HARGA KESEIMBANGAN (Bab 3 Kls. X)

A.   1. Pengertian Permintaan

    Permintaan (Demand) adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar dengan berbagai tingkat harga tertentu dan  pada waktu tertentu .

Permintaan berdasarkan kemampuan daya beli konsumen dapat dibagi menjadi tiga kelompok:

  1. Permintaan potensial  permintaan yang disertai kemampuan membeli tapi belum dilaksanakan.
  2. Permintaan efektif adalah permintaan yang disertai dengan kemampuan daya beli dan dilaksanakan.
  3. Permintaan absolut adalah permintaan yang tidak didukung daya beli.

2. Hukum Permintaan (Alfred Marshall)

“ Apabila harga suatu barang naik, maka permintaan terhadap barang terssebut akan turun (berkurang) . Sebaliknya apabila harga barang turun, maka permintaan terhadap barang tersebut akan naik ( bertambah), ceteris paribus

Hukum permintaan tersebut akan berlaku apabila faktor-faktor lain selain harga barang tersebut dianggap tetap (ceteris paribus). Faktor-faktor lain tersebut meliputi:

a. Selera masyarakat .

b. Pendapatan masyarakat .

c. Harga barang-barang .

d. Ramalan harga di masa datang.

e. Jumlah penduduk.

3. Skala dan Kurva Permintaan

Dari konsep hukum permintaan tersebut dapat digambarkan dan dibentuk skala permintaan atau daftar intensitas urutan jumlah barang yang diminta. Daftar tersebut didasarkan pada hukum permintaan, yaitu apabila tingkat harga turun , maka jumlah barang yang diminta akan naik dan sebaliknya yaitu apabila harga suatu barang naik, maka jumlah barang yang diminta akan turun. Perhatikan Tabel berikut ini :

Tabel Skala Permintaan Barang “X”

Periode

Harga Satuan

(P/Rp)

Jumlah Barang Diminta

(unit)

A

B

C

D

E

1000

2000

3000

4000

5000

5000

4000

3000

2000

1000

Tabel di atas menunjukan bahwa pada satuan harga naik dari Rp 1000 satuan harga menjadi Rp 5000 satuan harga, maka jumlah barang yang diminta turun dari 5000 unit menjadi 1000 unit. Tabel tersebut berdasarkan konsep hukum permintaan yaitu apabila harga barang naik ( dari Rp 1000 menjadi Rp5000)., maka jumlah barang yang diminta akan turun ( dari Rp 5000 menjadi Rp 1000). Skala permintaan merupakan hukum permintaan yang digambarkan dalam bentuk angka-angka.

Skala permintaan yang digambarkan dalam bentuk grafik disebut kurva permintaan atau garis  yang menjelaskan hubungan antara berbagai tingkat harga dengan berbagai jumlah barang yang diminta. Skala permintaan yang digambarkan dalam bentuk kurva disebut kurva permintaan.

4. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Permintaan.

Jumlah dan atau harga barang dan jasa dapat saja bertambah atau berkurang, bahkan tingkat harga bisa naik atau turun. Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi naik-turunnya jumlah barang dan jasa yang diminta, atau naik-turunnya harga barang dan jasa yang diminta. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pada bahasan ini adalah faktor diluar ceteris paribus yang telah dibahas ;

a. Sosial dan Budaya

b. Tingkat Pendidikan

c. Jumlah Penduduk

d. Distribusi Pendapatan

 

5. Bentuk-bentuk Kurva Permintaan

Kurva permintaan normal bergerak dari kiri atas ke kanan bawah mempunyai kemiringan (slope) negatif, menunjukan bahwa apabila tingkat harga bertambah, maka jumlah barang yang diminta berkurang atau sebaliknya.

Apakah setiap kurva permintaan mempunyai slope yang negatif ? Tentu tidak, ada beberapa kurva permintaan terhadap suatu barang tidak mempunyai slope negatif. Misalnya berbentuk horizontal, vertikal atau bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Hal ini karena ada beberapa sifat yang melekat pada barang tersebut.

1) Kurva permintaan  berbentuk horizontal menunjukan berapapun jumlah barang yang diminta tidak merubah tingkat harga. Permintaan tersebut pada umumnya permintaan terhadap barang-barang kebutuhan pokok atau barang-barang yang harganya ditentukan oleh pemerintah. Misalnya permintaan terhadap kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, bahan bakar, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya. Bentuk kurva permintaan horizontal disebut permintaan elastis sempurna yaitu perubahan jumlah barang yang diminta tidak mempengaruhi tingkat harga.

b) Bentuk kurva permintaan dapat pula sebaliknya yaitu inelastis sempurna atau berbentuk vertikal.

Kurva permintaan inelastis sempurna, menunjukan berapapun tingkat harga tidak merubah jumlah barang yang diminta . Bentuk kurva permintaan seperti ini pada umumnya adalah permintaan terhadap barang-barang antik yang tidak dapat diproduksi lagi, misalnya permintaan terhadap lukisan karya almarhum Rd Saleh, karya almarhum Ir Soekarno dan lain-lain.

c) Satu lagi konsep permintaan yang lain yaitu kurva permintaan yang berbentuk seperti kurva penawaran

Dapat pula kurva permintaan seperti kurva penawaran, yaitu semakin tinggi harga suatu barang semakin banyak jumlah barang yang diminta.Hal tersebut adalah permintaan terhadap barang-barang inferior (mempunyai korelasi negatif). Misalnya barang-barang yang sering dipakai oleh orang terkenal yang diikuti oleh orang banyak meskipun kualitas barang tersebut rendah akan mendorong orang untuk membeli yang kemudian mendorong harga untuk naik.

Barang menurut kualitasnya dapat dikelompokan sebagai berikut:

  1. Barang Inferior adalah barang berkualitas rendah
  2. Barang Superior adalah barang berkualitas tinggi, berlawanan dengan hukum permintaan. Apabila harga naik permintaannya ikut naik karena barang bergengsi.
  3. Barang Giffen ( Sir Robert Giffen) mirip dengan barang inferior yaitu kenaikan harga akan diikuti oleh kenaikan jumlah barang yang diminta. Bedanya adalah barang Giffen mempunyai efek subtitusi.

     B.  1. Pengertian Penawaran 

Penawaran (supply) adalah jumlah barang yang ditawarkan penjual pada periode tertentu dan dalam tingkat harga tertentu.

2.  Hukum Penawaran (Alfred Marshall)

“ Apabila harga suatu barang naik, penawaran barang tersebut akan naik. Apabila harga barang turun, penawaran barang tersebut akan turun, ceteris paribus

Hukum permintaan tersebut akan berlaku apabila faktor-faktor lain selain harga barang tersebut dianggap tetap (ceteris paribus). Faktor-faktor lain tersebut meliputi:

  1. Harga Barang Lain .
  2. Biaya Produksi.
  3. Tingkat Teknologi

3. Skala dan Kurva Penawaran

Skala penawaran adalah anggapan dasar tentang pengaruh perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Untuk lebih jelasnya dapat digambarkan dalam bentuk tabel berikut.

Tabel Skala Penawaran Barang “X”

Periode

Harga Satuan

(P)

Jumlah Barang Ditawarkan

(unit)

A

B

C

D

E

1000

2000

3000

4000

5000

1000

2000

3000

4000

5000

Tabel di atas menunjukan bahwa pada periode A harga sebesar Rp 1000 jumlah barang yang ditawarkan sebanyak 1000 unit, semakin tinggi tingkat harga, jumlah barang yang ditawarkanpun semain meningkat.

Tabel skala penawaran tersebut apabila digambarkan dalam bentuk kurva akan membentuk kurva penawaran , yaitu suatu garis yang menggambarkan hubungan antara berbagai tingkat harga dengan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen .

4.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran

a. Tingkat perkembangan teknologi

b. Biaya produksi

c. Tingkat harga pasar

d. Persediaan sumber produksi

e. Munculnya produsen-produsen baru

f. Adanya bencana alam.

 C.     Elastisitas dan Macam-macam Elastisitas

1.     Elastisitas Permintaan.

Elastisitas permintaan atau elastisitas harga permintaan adalah persentase perubahan jumlah barang yang diminta, sebagai akibat dari perubahan prosentase harga. Misalnya berubahnya harga ikan naik sebesar 25% menyebabkan turunya permintaan terhadap ikan sebesar 15%. Secara matematis konsep elastisitas permintaan dapat dirumuskan sebagai berikut:

ed =      DQ / Q   =   DQ  . P      x   100%

DP/ P          DP    Q

ed = koefisien elastisitas

Q = Jumlah barang yang diminta , D Q = perubahan jumlah barang yang diminta

P  = Harga barang yang diminta , D P = perubahan harga barang yang diminta

Untuk lebih jelasnya dalam menghitung koefisien elastisitas dapat dilihat dari contoh tabel berikut ini;

Tabel –

Periode

Harga Barang X

(Rp)

Jumlah Barang yang Diminta (unit)

A

B

4

6

6

4

Koefisien elastisitas permintaan bagi perubahan B ke A atau apabila harga turun yang mengakibatkan jumlah barang yang diminta bertambah, maka dapat dihitung

DP   = 6 – 4 = 2 atau  DP  = 2

D Q = 4 – 6 = -2  atau D Q = -2

ed =  DQ / Q   =  DQ  . P x 100%

DP/ P         DP    Q

ed = 2/ 4  = – 1,5%

-2/6

Koefisien elastisitas bagi perubahan dari A ke B atau harga barang yang diminta naik yang mengakibatkan jumlah barang yang diminta turun, maka dapat dihitung:

DP   = 4 – 6 = -2 atau  DP  = – 2

D Q = 6 – 4 = 2  atau D Q =  2

ed  =  2/6  = – 2/3

-2/4

Nilai negatif pada koefisien elastisitas permintaan dapat diabaikan, karena koefisien elastisitas merupakan angka absolut, koefisien elastisitas negatif menunjukan bahwa antara dua variabel tersebut mempunyai hubungan yang negatif yaitu apabila salah satu variabel bertambah akan diikuti oleh

berkurangnya variabel lain.

Untuk lebih jelasnya dapat dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel –

Koefisien Elastisitas Harga Jumlah Pengeluaran
e > 1e = 1e < 1 NaikTurunNaik

Turun

Naik

Turun

TurunNaikTetap

Tetap

Naik

Naik

Berdasakan hasil perhitungan koefisien elastisitas permintaan, maka dapat ditafsirkan dan diistilahkan sebagai berikut;

Elastisitas Sempurna  (e = ≈ )

Konsep elastisitas sempurna menjelaskan bahwa pada tingkat harga tertentu berapapun  jumlah barang yang diminta tidak terbatas. Artinya berapapun jumlah barang yang diminta tidak merubah tingkat harga. Barang-barang yang mempunyai koefisien elastisitas sempurna, misalnya barang-barang kebutuhan pokok karena harganya ditentukan oleh pemerintah.

Inelastis Sempurna ( e = 0)

Konsep inelastis sempurna menunjukan bahwa berapapun tingkat harga tidak mempengaruhi jumlah barang, atau jumlah barang tidak dapat ditambah lagi meskipun tingkat harga naik.

Elastisitas Uniter ( e = 1)

Konsep elastisitas seperti ini adalah menggambarkan bahwa setiap terjadi perubahan harga akan diikuti oleh perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase yang sama. Elastisitas uniter seperti ini umumnya pada barang-barang normal, bentuk kurvanya adalah cembung terhadap titik nol (titik pusat) atau rectangular hyperbola, dimana setiap titik pada kurva mempunyai elastisitas sama yaitu e = 1.

Inelastis ( e < 1 )

Konsep inelastis adalah setiap perubahan harga yang mengakibatkan perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan jumlah barang yang diminta lebih kecil, misalnya perubahan harga 1% mengakibatkan jumlah barang yang diminta kurang dari 1%.

Elastis (e > 1)

Konsep elastis merupakan perubahan prosentase harga yang mengakibatkan perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan jumlah barang lebih besar. Misalnya perubahan tingkat harga 1% mengakibatkan perubahan jumlah barang yang diminta lebih dari 1%.

 2.     ELASTISITAS PENAWARAN

Konsep elastisitas penawaran adalah perubahan prosentase harga yang mengakibatkan perubahan prosentase jumlah barang yang ditawarkan. Elastisitas penawaran mengukur derajat kepekaan antara perubahan harga dengan perubahan jumlah barang yang ditawarkan.

Elastisitas penawaran diukur dengan koefisien elastisitas penawaran dengan rumus sebagai berikut;

es =  DQ / Q   =  DQ  .    x100%

DP/ P         DP    Q

es  = elastisitas penawaran

DQ = perubahan jumlah barang yang ditawarkan

DP  = perubahan tingkat harga

P   = tingkat harga

Q  = jumlah barang yang ditawarkan

Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel ilustrasi berikut:

Tabel

Harga (P = Rp)

(000)

Jumlah Penawaran

(Q) unit

2

4

10

25

Berdasarkan tabel –10 dan kurva di atas, maka koefisien elastisitas penawarannya dapat dihitung sebagai berikut:

es =  DQ / Q   =  DQ  . P  x 100%

DP/ P         DP  Q

DQ = 15 ( 25-10)

DP = 2000 ( 4000 – 2000)

P1 = 2000

Q1 = 10

es = 15/2000 x 2000/10

es = 1,5 (elastis)

Koefisien elastisitas penawaran sebesar 1,5 menunjukan bahwa perubahan harga sebesar 1% mengakibatkan perubahan jumlah barang yang ditawarkan lebih dari 1%.

Koefisien elastisitas penawaran dikelompokan menjadi lima kategori yang mempunyai penafsirkan masing-masing dan dapat digambarkan dalam bentuk kurva sebagai berikut:

a. Inelastis sempurna ( es = 0 ).

Konsep inelastis sempurna adalah berapapun perubahan tingkat harga tidak dapat mempengaruhi jumlah barang yang ditawarkan. Misalnya penawaran terhadap barang-barang antik atau barang-barang langka dimana produsen hanya sebagai kolektor sehingga tidak dapat memproduksi lagi, kecuali dibuat barang-barang imitasinya. Secara grafis kurva penawaran inelastis sempurna, berbentuk tegak lurus.

Elastis sempurna ( es =  ≈ )

Seringkali kita menemukan masalah berapapun jumlah barang yang ditawarkan tidak mempengaruhi tingkat harga. Misalnya untuk kasus di negara kita konsep elastisitas sempurna ini lebih banyak ditentukan oleh kebijakan pemerintah, seperti penawaran terhadap beras, bahan bakar dan barang-barang kebutuhan pokok. Penawaran terhadap barang-barang kebutuhan pokok umumnya tersedia dalam jumlah yang cukup agar tidak terjadi gejolak.

d. Inelastis (es <  1 )

Konsep koefisien elastisitas penawaran inelastis ini adalah perubahan prosentase harga barang yang ditawarkan menyebabkan perubahan prosentase jumlah barang yang ditawarkan lebih kecil. Misalnya kenaikan harga 1% mengakibatkan perubahan jumlah barang yang ditawarkan kurang dari 1%.  Biasanya barang-barang yang mempunyai koefisien inelastis adalah barang-barang mewah, seperti kendaraan , rumah mewah.

e. Elastis ( es > 1)

Konsep koefisien elastis merupakan perubahan harga menyebabkan perubahan jumlah barang yang ditawarkan dengan prosentase jumlah lebih besar. Misalnya  perubahan harga 1% mengakibatkan jumlah barang yang ditawarkan lebih dari 1%.  Biasanya barang-barang yang mempunyai koefisien elastisitas yang  elastis adalah barang-barang yang banyak disukai, karena sedikit saja perubahan harga akan mempengaruhi jumlah barang yang ditawarkan.

Beberapa hal yang dapat mempengaruhi elastisitas penawaran, yaitu seberapa jauh harga mempengaruhi jumlah barang dan jasa yang ditawarkan, diantaranya;

3.     BENTUK – BENTUK PASAR

Pengertian pasar dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, dari sudut pandang tempat yaitu  tempat penjual dengan pembeli menjual belikan barang dan jasa.

Dari sudut pandang kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran , adalah bahwa pasar merupakan kekuatan  permintaan dan penawaran atau kekuatan antara penjual dengan pembeli. Dari sudut pandang lain bahwa pasar mempunyai pengertian adanya pemindahan hak antara penjual dengan pembeli terhadap suatu barang dan jasa.

Pemindahan hak yang dilakukan di suatu tempat memunculkan konsep pasar kongkrit, Sedangkan pemindahan hak terhadap barang dan jasa yang dilakukan tanpa memerlukan tempat dengan menggunakan teknologi informasi, menjual dengan memperlihatkan contoh-contoh saja atau photo, memunculkan konsep pasar abstrak. Konsep pasar abstrak mengalami perkembangan yang amat pesat seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Misalnya pasar modal, pasar uang dan pasar komoditi.

Konsep pasar dapat pula didasarkan pada jumlah penjual dengan jumlah pembeli, atau bentuk pasar berdasarkan struktur penjual dengan pembeli . Misalnya bentuk pasar yang jumlah penjualnya satu pembelinya banyak disebut pasar monopoli, sebaliknya pasar yang jumlah pembeli satu penjualnya banyak disebut pasar monopsoni, dapat pula didasarkan pada jumlah pembeli dan jumlah penjualnya banyak disebut pasar persaingan sempurna.

Untuk lebih memahami konsep struktur pasar yang didasarkan oleh jumlah penjual dan pembeli dapat digambarkan dalam bentuk tabel seperti berikut ini;

Tabel –1

            PENJUAL

PEMBELI

BANYAK

BEBERAPA

SEDIKIT (SATU)

BANYAK

Persaingan Sempurna

(1)

Oligopoli

(2)

Monopoli

(3)

BEBERAPA

Oligopsoni

(4)

Oligopoli Bilateral

(5)

Monopoli terbatas

(6)

SEDIKIT (SATU)

Monopsoni

(7)

Oligopsoni Terbatas

(8)

Monopoli Bilateral

(9)

Pasar kongkrit adalah suatu tempat penjual dan pembeli berkumpul untuk menjual-belikan barang-barangnya.

Pasar abstrak adalah suatu tempat dimana penjual dan pembeli berkumpul untuk menjual-belikan barang-barangnya, akan tetapi barang yang diperjual belikan tidak ada di tempat. Misalnya pameran, atau hanya melihatkan foto-foto saja.

Sekarang pasar abstrak lebih maju lagi transaksi menggunakan media telekomunikasi seperti telepon dan internet (dunia maya).

 D.    1. Harga dan Jumlah Keseimbangan

Setelah konsep permintaan dan penawaran dipahami, sekarang kita bahas konsep harga keseimbangan sering disebut juga pasar. Harga keseimbangan merupakan harga dan jumlah barang yang disepakati oleh konsumen dan produsen atau permintaan dan penawaran.

Perlu kita bahwa harga adalah nilai barang barang dan jasa yang diukur dengan sejumlah uang.

2. Proses Terbentuknya Harga Pasar.

Proses terbentuknya harga keseimbangan berawal dari interaksi permintaan dan penawaran. Dalam menganalisa interaksinya harus didasari oleh konsep hukum permintaan dan hukum penawaran:

Hukum permintaan menjelaskan apabila terjadi penurunan harga , maka jumlah barang yang diminta akan bertambah (ceteris paribus). Dari konsep ini dapat dilihat pada tabel 5 bahwa semakin naiknya harga,  jumlah barang yang diminta  menjadi berkurang.

Hukum penawaran menjelaskan apabila terjadi penurunan harga, maka jumlah barang yang ditawarkan akan berkurang (ceteris paribus) . Dari  konsep ini dapat dilihat pada tabel 5 dengan naiknya harga akan diikuti oleh bertambahnya jumlah barang yang ditawarkan.

Dengan dasar itu, maka terjadinya harga keseimbangan melalui proses bertemunya dua kekuatan yaitu permintaan dengan kekuatan penawaran pada titik yang sama. Untuk lebih jelasnya kita gabungkan tabel permintaan dan penawaran yang telah dibahas, yaitu tabel berikut;

Tabel Permintaan dan Penawaran

Harga Satuan

(Rp)

Permintaan (D)

(unit)

Penawaran (S)

(unit)

1000

2000

3000

4000

5000

5000

4000

3000

2000

1000

1000

2000

3000

4000

5000

Berdasarkan tabel di atas pada harga Rp 1000 jumlah barang yang diminta 5000 unit dan jumlah barang yang ditawarkan 1000 unit . Keadaan itu jumlah barang yang diminta lebih besar dibandingkan dengan jumlah barang yang ditawarkan { 4000 = 5000(D) – 1000(S) }sehingga harga akan cenderung untuk naik. Kita ambil harga Rp 5000 pada harga tersebut jumlah barang yang diminta 1000 unit dan jumlah barang yang ditawarkan 5000 unit sehingga jumlah barang yang ditawarkan lebih besar dibandingkan jumlah barang yang diminta.

{  4000 = 5000 (S) – 1000(D) } Keadaan tersebut akan mendorong harga untuk turun. Kita ambil harga Rp 2000, pada harga tersebut jumlah barang yang diminta 4000 unit sedangkan jumlah barang yang ditawarkan sebanyak 2000 unit, keadaan tersebut jumlah barang yang diminta lebih besar dibandingkan dengan jumlah barang yang ditawarkan,{2000 = 4000(D) – 2000(S) } keadaan tersebut akan mendorong harga barang tersebut untuk naik. Sekarang silahkan kalian analisa pada harga Rp 4000 bagaimana yang terjadi?. Pada harga Rp 3000 jumlah barang yang diminta sebanyak 3000 unit dan jumlah barang yang ditawarkan sebanyak 3000 unit. Pada harga tertsebut merupakan harga kesepakatan antara permintaan dan penawaran, disebut harga keseimbangan atau equilibrium.

Berdasarkan penjual (penawaran), maka dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok yaitu;

  1. Penjual Super marginal yaitu penjual yang dapat menjual barang dan jasa di bawah harga pasar.
  2. Penjual marginal adalah penjual yang mampu menjual pada harga keseimbangan atau sesuai dengan harga pasar.
  3. Penjual submarginal adalah penjual yang hanya mampu menjual barangnya di atas harga pasar .

Beberapa faktor yang menyebabkan pengelompokan penjual adalah:

  1. Biaya produksi
  2. Intesitas kebutuhan akan uang cash
  3. Ada tidaknya fasilitas penjualan
  4. Kekuatan atau daya tahan barang

Pasar membagi golongan pembeli berdasarkan kemampuan daya belinya menjadi tiga golongan yaitu:

  1. Pembeli super marginal, yaitu pembeli yang kemampuan daya belinya berada di atas harga pasar atau harga keseimbangan .
  2. Pembeli marginal adalah pembeli yang kemampuan daya belinya berada pada harga pasar (harga keseimbangan).
  3. Pembeli Submarginal yaitu pembeli dengan daya belinya berada di bawah harga keseimbangan.

E.  1. Pengertian Pasar

Pasar adalah tempat bertemunya penjual/produsen (penawaran) dan pembeli/konsumen (permintaan) untuk melakukan transaksi jual beli. Bertemunya penjual dan pembeli tidak harus selalu secara fisik, tetapi bisa menggunakan berbagai media komunikasi seperti telepon, fax maupun internet. Dari situ maka dikenal dua macam pasar, yaitu :

  1. Pasar konkrit, dimana penjual dan pembeli bertemu secara langsung/fisik
  2. Pasar abstrk, dimana penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung

2. Bentuk Pasar Menurut Struktur

      a)  Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition)

Adalah pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak sehingga tidak ada satupun penjual maupun pembeli yang bisa mempengaruhi harga

b)  Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Imperfect Competition)

Adalah pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang banyak, akan tetapi di pasar tersebut terdapat penjual atau pembeli yang dapat mempengaruhi harga.

Bentuk-bentuk pasar persaingan tidak sempurna antara lain sebagai berikut:

  1. Pasar Monopoli

Adalah pasar produk di mana hanya terdapat satu penjual saja dan tidak tersedia barang substitusi

2. Pasar Oligopoli

Pasar di mana terdapat beberapa penjual dalam pasar suatu produk tertentu

3. Pasar Persaingan Monopolistik

Adalah suatu pasar di mana terdapat banyak penjual (produsen) sehingga ada unsure persaingan tetapi produknya dapat dibedakan

4. Pasar Monopsoni

Adalah pasar di mana pembeli produk hanya satu sementara penjualnya banyak, sehingga pembeli dapat mempengaruhi harga

5. Pasar Oligopsoni

Adalah pasar di mana pembelinya sedikit sementara penjualnya banyak

3. Bentuk-bentuk Pasar

      a.   Pasar Barang

Dikenal pula sebagai bursa komoditi, yaitu pasar yang mempertemukan antara penjual dan pembeli  untuk melaksanakan transaksi jual beli barang/komoditi tertentu.

b.   Pasar Input

Adalah pasar yang memperjual belikan faktor-faktor produksi

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: